Hukum Penawaran dan Permintaan dalam Kehidupan

November 3, 2011 Tentang Cinta  No comments

Hmm,sebenarnya ayu mau nulis judulnya “hukum penawaran dan permintaan dalam percintaan” tapi setelah dipikir-pikir kok rada aneh ya? hehe,makanya terus ganti judul deh. Nulis iseng lagi ni ukhti, habisnya suami ayu juga suka iseng sih (lhoo,apa hubungannya coba? :p)

Hmm,jadi begini ceritanya. Pekan lalu ketika suami pas pulang ke Jogja, beliau selalu mengantarku kemana-mana seperti biasa. Dalam perjalanan itu kami ngobrol, tiba-tiba beliau terdiam beberapa menit lamanya sambil memandang motor yang melaju di depan kami. Lalu beliau bilang “Hun,kalau aku pakai motor kayak gitu kamu pasti susah ya boncengnya?”

Aku kemudian ikut melihat motor yang berada di depan kami. Tampak seorang lelaki berboncengan dengan seorang gadis yang memeluk erat pinggang sang lelaki, mereka melaju di atas sebuah motor yang mungkin hanya bisa dan pantas dipakai seorang lelaki (duh,susah mendefinisikannya, pokoknya itu motor yang cowok banget gitu deh.hehe). Lalu aku manggut-manggut, mengiyakan kata-kata suamiku, kemudian kami tertawa berdua.

“hmm,jadi inget hukum penawaran dan permintaan” suamiku bergumam lagi.

“ehh? Maksudnya mas?” kataku sedikit bingung.

“akan ada permintaan ketika ada sebuah penawaran, dan permintaan itu baru akan terjadi bila barang yang ditawarkan sesuai dengan yang diminta, begitu juga dengan jodoh kan?” 

“ohh…iya ya?” aku manggut-manggut lagi.

“Allah itu selalu pas mengatur segala sesuatu”

Ahh,keisengan suamiku itu lagi-lagi membuatku teringat banyak hal. Yupp, tentang hukum penawaran dan permintaan dalam kehidupan, tak hanya percintaan.hehe.

Pernah kah kau menyadari? Ketika engkau menentukan sebuah kriteria pasangan yang kau inginkan maka waktu itu engkau sedang merancang sebuah permintaan. Dan ketika ada seseorang yang datang dan sesuai dengan kriteriamu itu, bisa jadi ia sedang melakukan sebuah penawaran. Ketika kedua hal itu bertemu dalam waktu dan keadaan yang sesuai maka terjadilah kesepakatan.

Hukum penawaran dan permintaan dalam kehidupan ini tentu berbeda dengan hukum yang berlaku dalam sistem ekonomi. Kalau biasanya semakin tinggi harga penawaran maka semakin rendah permintaan, dan semakin rendah harga penawaran maka semakin tinggi permintaan, maka dalam hukum yang ada dalam kehidupan kedua hal itu bisa jadi tak selalu sama dengan teori tersebut.

Anggaplah dalam pencarian jodoh, kedua belah pihak yang menawarkan dan meminta itu memiliki kedudukan yang sama. Karena kita tak semata-mata hanya “meminta” adanya kebaikan diri pada orang lain, tapi kita juga harus “menawarkan” kebaikan yang ada pada diri kita. Karena dalam perjodohan pun bargaining position itu juga penting. Ya tho? ^^

Bila engkau menawarkan ketampanan dan kecantikan semata maka bisa jadi yang datang menghampirimu adalah mereka, penyuka wajah tampan rupawan dan cantik jelita. Maka, ketika keindahan wajahmu itu berkurang atau tiada, ikut hilang lah pula cinta mereka.

Bila yang kau tawarkan adalah harta dan jabatan, maka bisa jadi yang setia berada disisimu adalah mereka, penikmat harta dan pemuja jabatan. Ketika hilang kedua hal itu maka bisa jadi ikut lunturlah pula kesetiaan mereka.

Tapi… bila yang engkau tawarkan adalah kebaikan agama dan akhlak mulia, maka yang akan datang padamu adalah mereka, orang-orang yang berhati baik lagi shalih. Bila berkurang keshalihanmu, bisa jadi berkuranglah pula cinta mereka. Tapi satu hal yang harus kau tahu, mereka yang mencintaimu karena agamamu, pasti tak akan pernah rela meninggalkanmu dalam keadaan terpuruk, mereka pasti akan berusaha membuatmu kembali agar menjadi shalih seperti dahulu. Karena bukankah mereka juga adalah orang yang shalih sepertimu waktu itu?

Maka, tiada kekhawatiran akan berkurangnya cinta mereka padamu, karena bila engkau tetap dalam keshalihanmu, maka semakin bertambah besarlah cinta mereka. Dan lagi, orang yang mencintamu karena agamamu, pasti tak akan melukai hatimu, karena mereka punya hati yang jauh lebih lapang untuk menyabari kekuranganmu, insyaAllah. ^^

Hmm, rada ndak nyambung ya? hehe. ndak apalah, yang jelas intinya ayu cuma mau bilang, kalau kita meminta jodoh yang ABCD, maka buatlah diri kita seperti itu juga, hingga kita bisa menawarkan pada orang lain ABCD yang kita punya itu ^^

So, mari terus perbaiki diri kita ukhti.. akhi.. ^^

Renungan singkat malam ini,

Kamis, 3 November 2011/19.34

“hmm,bisa-bisanya di tengah ujian begini malah ndak belajar dan malah bikin tulisan geje.hehehe. tak apalah, kalau tulisan ini bermanfaat bagi orang lain,maka semoga mereka yang membaca itu mendoakanku kebaikan ^^ (ini aslinya ayu minta didoakan :D) mohon doanya ya teman-teman untuk kemudahan ujian,penelitian dan kuliahku..dan doakan tahun depan ayu bisa lulus tepat waktu,biar bisa cepet nyusul suami dan ketemu si Azzam ^^”

Leave a Reply