Suatu saat..

Leave a comment

Suatu saat nanti, bila Allah berkehendak, maka akan kutemui waktu dimana tiap pagi akan kulukis senyum termanis di wajahku sembari menyiapkan sarapan dan bekal untuk suamiku. Sebelum ia berangkat maka aku akan mengantarkannya hingga depan pintu, mengecup takzim tangan kanannya lalu mendoakan agar Allah mudahkan jihadnya hari itu. Lalu di sore hari sudah kutunggu ia dengan setia, dengan wajah yang masih ceria, lengkap dengan segelas teh dan pisang goreng hangat buatanku yang sudah menanti untuk dicicipinya.

Suatu saat nanti, bila Allah mengizinkan dan mempercayakan, maka akan bisa kurasakan dan kunikmati masa-masa indah menjadi seorang ibu. Merasakan betapa bahagia sekaligus letihnya mengandung anak kami selama sembilan bulan, merasakan sakit dan indahnya melahirkan, juga menikmati masa-masa merawat,mengasuh, mendidik serta membesarkan mereka hingga kelak menjadi penyejuk mata yang shalih shalihah.

Ya,suatu saat nanti bila Allah berkehendak, maka itulah untaian doa kecilku yang semoga Allah segera menghadiahkannya padaku di saat yang tepat nanti. Yang harus kulakukan saat ini adalah harus percaya bahwa apapun jalan yang sedang Allah berikan padaku saat ini, adalah episode terbaik untuk mendidikku agar kelak bisa menjadi seorang istri dan ibu yang jauh lebih kuat lagi dari saat ini.,

Alhamdulillah,

Ramadhan 1433 H
Senin.13.08.12

Repost tulisan setahun yang lalu, ketika jarak masih memisahkan, ketika rahim ini belum berpenghuni. Maka nikmat Allaah yang mana lagi yang hendak saya dustakan? Karena saat ini, setahun setelah tulisan itu dibuat Allaah telah mengabulkan mimpi-mimpi kecil saya tersebut, Alhamdulillaah. Dan rasanya saat ini jauh lebih bisa bersyukur karena akhirnya saya paham ternyata ada begitu banyak hikmah dibalik semua rencanaNya. Bahwa pada setiap “ketertundaan” itu ada kebaikan-kebaikan untuk kita yang mau bersabar :)

When I Met You

Leave a comment

Aku masih ingat waktu itu, saat pertama kali melihatmu di depan sebuah gedung tua dengan rerimbun cemara di halamannya. Ada yang bilang, cinta bisa datang dari pandangan pertama. Tapi ternyata pertemuan pertama itu hanya cukup menjadi secuil memori  yang ternyata masih kuingat. Cukup membekas, bukan karena sangat berkesan, tapi karena sekarang baru kusadari ternyata jodoh memang rahasia Tuhan.

Siapa sangka engkau yang bahkan awalnya sama sekali tak ingin kukenal justru sekarang menjadi orang yang sangat memahamiku. Engkau yang dulu tampak sangat asing sekarang justru jadi sahabat terbaik dalam tiap episode kehidupan yang kulalui.

Ya, siapa sangka? Bahkan mungkin masing-masing dari kita, di saat pertemuan pertama itu sama sekali tak pernah mengira bahwa telah ada sebuah benang merah yang telah Allaah sambungkan diantara kita berdua. Benar memang, bukan sehari dua hari setelah hari itu kita menyadarinya, tapi justru setelah bertahun lamanya kita tak pernah bertemu. Continue reading »

Mengapa Ridho Suami itu Surga bagi Para Istri?

Leave a comment

1. Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa.Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu,
perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3. Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu.Padahal dia tahu, di sisi ALLAH, engkau lebih harus di hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya.Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi ALLAH.

4. Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri.Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi.padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar.namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5. Suami berusaha memahami bahasa diammu,bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja.Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6. Bila engkau melakukan maksiat,maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Semoga wanita yg membaca tulisan ini mendapatkan jodoh yg sholeh dan lelaki pula mendapatkan jodoh yg sholehah pula yg di Ridhoi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala..

Aamiin ya Rabbal’alamin .. ^^

sumber:@Syahrul Yogyes